Evoira Resmi Debut Lewat Single Perdana “Titik Nadir”

  • StarHits
  • 27 April 2026

Band pendatang baru asal Bandung , Evoira resmi memperkenalkan diri ke industri musik Indonesia melalui single perdana berjudul “Titik Nadir”. Lagu ini menjadi langkah awal perjalanan mereka dalam menyuarakan keresahan, kejujuran emosi, dan refleksi diri melalui musik.

Terbentuk dari sebuah reuni antar teman lama yang pernah berada dalam satu band, Evoira hadir dengan semangat baru namun tetap membawa kesamaan visi dalam bermusik. Setelah sempat menjalani kesibukan masing-masing, mereka kembali dipertemukan oleh keresahan yang sama dan dorongan untuk kembali berkarya.
“Ini bukan sekadar euforia rilis pertama, tapi jadi momen penting bagi kami untuk membuka cara pandang kami dalam berbicara lewat musik,” ungkap salah satu personel. Bagi Evoira, debut ini bukan akhir, melainkan titik awal dari perjalanan panjang yang siap mereka jalani bersama.

Tentang Single “Titik Nadir”“Titik Nadir” lahir dari pengalaman pribadi yang sangat manusiawi—tentang runtuhnya kepercayaan, kehilangan, dan pencarian jati diri. Lagu ini tidak hanya berbicara tentang kehilangan seseorang, tetapi juga tentang kehilangan versi diri sendiri.

Judul “Titik Nadir” dipilih untuk merepresentasikan fase terendah dalam hidup seseorang, saat harus melepaskan sesuatu yang sebelumnya dipertahankan mati-matian. Namun di balik keterpurukan itu, terdapat proses untuk bangkit, sadar, dan pulih.

Proses Kreatif yang Organik dan Emosional
Dalam proses penciptaannya, Evoira mengedepankan pendekatan yang organik dan penuh rasa. Lagu ini berkembang dari progresi chord sederhana yang kemudian dibangun menjadi ruang bagi vokal untuk bercerita.
Eksplorasi dinamika menjadi kunci—kapan harus menahan, meledak, dan perlahan naik—membuat kekuatan “Titik Nadir” tidak hanya terletak pada klimaks, tetapi juga pada transisi emosional di setiap bagian lagu.

Identitas Musik Evoira
Melalui single ini, Evoira ingin dikenal sebagai band yang:
• Jujur secara emosional
• Menjadikan musik sebagai medium refleksi
• Menghadirkan karya yang bisa dirasakan, bukan sekadar didengar

Alih-alih tampil megah, Evoira memilih untuk dekat dan relevan dengan pendengar, menciptakan koneksi yang lebih dalam lewat musik mereka.


Cerita di Balik Evoira
Di balik Evoira, terdapat hubungan yang tidak dibangun dalam waktu singkat. Band ini lahir dari perjalanan panjang, pertemanan, dan proses bermusik yang sudah terjalin sejak lama.

Aa Dado (Tian Permana) sebagai gitaris berperan sebagai komposer utama sekaligus produser, yang membentuk DNA musikal Evoira. Sentuhan aransemennya menjadi fondasi dari karakter musik band ini—emosional, jujur, dan penuh dinamika.

Romboy (Raffi Dara Mutaqin) sebagai vokalis juga berperan sebagai komposer dan penulis lirik, menghadirkan cerita-cerita yang dekat dengan pengalaman manusia. Liriknya menjadi jiwa dari setiap karya Evoira, termasuk dalam “Titik Nadir”.

Menariknya, Aa Dado dan Romboy telah saling mengenal sejak SMP di Bandung. Keduanya merupakan teman sekelas yang sejak dulu selalu terlibat dalam berbagai proyek band yang sama. Chemistry yang terbangun sejak masa sekolah inilah yang kini menjadi kekuatan utama dalam proses kreatif Evoira.

Didukung oleh personel lain:
Uyung manson sebagai gitaris malang melintang di berbagai band indie di bandung dengan khas British yang mewarnai Evoira Band.

Afy antana sebagai Bassist yang memiliki karakter slide tentu memberikan warna tersendiri , Dari setiap betotan nya Koneksi emosional dan sejarah panjang tersebut menjadikan setiap karya Evoira terasa lebih organik, tulus, dan memiliki cerita yang kuat di baliknya.

Harapan dan Rencana ke Depan
Evoira menyadari bahwa tidak semua orang akan langsung terhubung dengan musik mereka—dan itu bukan masalah. Harapan mereka sederhana: lagu ini bisa menemukan pendengarnya sendiri.

Lebih dari sekadar didengar, mereka ingin musiknya bisa dirasakan, dipahami, dan menjadi ruang pemulihan bagi siapa pun yang sedang berada di fase “titik nadir”.

Ke depan, Evoira telah menyiapkan beberapa materi baru yang masih berada dalam benang merah yang sama, namun dengan eksplorasi emosi yang berbeda. Rencana mereka adalah merilis karya-karya tersebut secara bertahap yang nantinya akan dikemas dalam sebuah mini album.

---

PT Suara Mas Abadi (SMA) dengan label Hits Records adalah perusahaan bergerak dalam bidang industri rekaman di bawah PT Star Media Nusantara (SMN) yang merupakan bagian dari PT MNC Studios International Tbk.

Hits Records memantapkan fokusnya kepada karya musik bergenre Pop, Folks, RnB, dll. Kesuksesan Hits Records dapat dilihat dari talenta-talenta yang dimiliki, seperti Andmesh Kamaleng, Mahalini Raharja, Nuca, Novia Bachmid, dll.

PT Suara Mas Abadi mengembangkan diri dengan membentuk divisi digital yang diberi nama StarHits dengan fokus untuk monetisasi aset digital MNC group, bekerjasama dengan banyak konten kreator untuk memproduksi konten yang bermutu.

StarHits juga ditunjuk oleh YouTube sebagai MCN (Multi Channel Network). Selain menyediakan layanan dalam pengelolaan konten, StarHits memiliki tujuan untuk mendistribusikan konten secara efektif ke seluruh platform media untuk meningkatkan jangkauan audiens, perlindungan konten atau hak cipta, & monetisasi konten.

Temukan kami di:
Website: https://www.starhits.id/  
Facebook: https://www.facebook.com/starhitsidn  
Twitter: https://twitter.com/Starhitsid  
Instagram: https://www.instagram.com/starhitsid/  

#Evoira
#smn
#starhits
#hitsrecords
#msin
#mncstudiosinternational

Creator's Article

Evoira Resmi Debut Lewat Single Perdana “Titik Nadir”
Jun Kiki Ungkap Kisah Cinta yang Tak Terbalas Lewat Mini Album 'RINDU'
Nutritionist Mikayla Beberkan Tips Gula Low GI dengan Cara Paling Mudah Dimengerti!
Nutritionist Mikayla: Ini Alasan Kenapa Minuman Diet Bikin Kamu Makin Lapar

Pilihan Editor

List Category Article

Evoira Resmi Debut Lewat Single Perdana “Titik Nadir”
Jun Kiki Ungkap Kisah Cinta yang Tak Terbalas Lewat Mini Album 'RINDU'
Vionita Sihombing, Juara 'The Voice Indonesia' Rilis Single Terbaru 'Butuh Waktu'
GLAS & Eka Gustiwana Ajak “Ngibing Bareng” Lewat “Aye!” di HUT Jakarta 2025

Search Article